Cara Memasak Ikan Gabus Untuk Obat

Cara Memasak Ikan Gabus Untuk Obat



Cara memasak ikan gabus untuk obat - Ikan gabus atau juga disebut ikan bogo ternyata mempunyai kandungan protein yg luar biasa untuk kesehatan tubuh, terutama protein albumin. Manfaat albumin dari ikan gabus salah satunya ialah mempercepat penyembuhan jaringan sel yg rusak ataupun terbelah. Itulah sebabnya mengapa orang tua zaman dulu selalu memberikan ikan gabus buat dikonsumsi anak-anak mereka ketika mau mempercepat penyembuhan sunat. Ikan gabus juga selalu diberikan kepada seseorang yg terkena luka operasi, luka bakar atau pun pemulihan setelah melahirkan.

Manfaat Ikan Gabus Untuk Penderita Diabetes

Albumin mempunyai beragam manfaat untuk kesehatan. Di ilmu kedokteran barat albumin selalu digunakan untuk mempercepat penyembuhan luka. Albumin bisa membantu memperbaiki jaringan sel yg mati, seperti: luka akibat diabetes, luka di dalam lambung, dan lain-lain. Manfaat albumin ikan gabus ini bisa dirasakan oleh anak-anak sampai orang lanjut usia. Untuk lansia, mengonsumsi ikan gabus akan membantu membenahi jaringan sel yg rusak karena faktor usia.

Mengenai fungsi lain dari albumin ialah sebagai anti pembengkakan yg biasanya terjadi di kaki sebagai efek samping dari sakit yg mengakibatkan kekurangan albumin. Penyakit yg sering disertai pembengkakan, diantaranya ialah: gagal ginjal,  kanker sirosis, diabetes mellitus, dan lain-lain. Ikan gabus yang banyak mengandung albumin saat dikonsumsi menjaga air didalam plasma darah sehingga bisa mempertahankan volume darah didalam tubuh yg akan mencegah terjadinya pembengkakan.

Untuk anak-anak, kekurangan albumin akan memicu protein yg dikonsumsi pecah. Protein yg seharusnya digunakan untuk pertumbuhan sel tubuh tak akan bekerja maksimal. Gara-gara itulah mengkonsumsi ikan gabus yg banyak mengandung albumin baik untuk dikonsumsi anak-anak, apalagi bagi penderita TBC yg juga akan membantu obat bekerja optimal.

Manfaat Ikan Gabus Membuat Cepat Penyembuhan Setelah Operasi

Beberapa ahli kesehatan sudah meneliti manfaat albumin ikan gabus untuk kesehatan. Berikut inilah rangkuman dari bukti ilmiah yg sudah dihasilkan dari para peneliti:

Dr. Saiful Anwar, Malang yg merupakan Dokter bedah dari rumah sakit umum melaporkan hasil penelitiannya yg memberikan 2 kilogram ikan gabus masak buat dikonsumsi pasien setelah operasi, hasilnya albumin pasien yg awalnya rendah berangsur normal.

Professor. Dr. Nurpudji A. Taslim, dari Perguruan Tinggi Hasanudin, Makassar mengungkapkan hasil penelitiannya yg dilakukan di Rumah Sakit. Wahidin Sudiro Husodo, Makassar, bahwa jumlah albumin pasien meningkat tajam seusai beberapa kali mengonsumsi ikan gabus yg lantas berpengaruh ke pemulihan kesehatan yg lebih cepat.

Penelitian yg sering menjadi rujukan yaitu penelitian dari Professor. Dr. Ir. Eddy Suprayitno, MS, dari Universitas Brawijaya Malang, yg mengungkapkan manfaat ekstrak dari albumin ikan gabus yg bisa menggantikan serum albumin yg selama ini di impor dengan harga yg mahal. Harga serum albumin impor sampai ke jutaan rupiah hanya untuk sepuluh milimeter. Untuk satu kali operasi, setidaknya diperlukan tiga puluh milimeter. Dengan terdapatnya ekstrak albumin ikan gabus saat ini ini diharapkan biaya operasi pembedahan bisa lebih terjangkau.

Cara Memasak Ikan Gabus Sebagai Obat

1. Kalian bisa menyediakan 2 kilogram Ikan Gabus yg sudah di cuci bersih.
2. Nyalakan api dengan suhu antara 50 derajat celsius untuk mengukus ataupun memasak ikan gabus tersebut, biarkan selama -+ 30-40 menit, yg jelas sampai matang.
3. Pisahkan antara daging & tulang ikan gabus itu, sediakan blender & secukupnya air buat membuat jus ikan gabus, tambahkanlah jeruk nipis agar menghilangkan bau amisnya.
4. Dengan 2 kilogram ikan gabus biasanya bisa kalian konsumsi selama 3-4 hari, tergantung dari kebutuhan kalian.
5. Buat jus tersebut dengan rutin setiap hari 2x, yakni pagi sekitar jam tujuh , & sore malam hari kisaran jam enam.

Baca Juga :
Cara Mengobati Asma Dengan Bawang Putih

6. Untuk mendapatkan albumin yg cukup, usahakanalah konsumsi resep ini selama enam hari berturut-turut.


Share this: