Hamil 7 Bulan Naik Motor

Hamil 7 Bulan Naik Motor



Hamil 7 bulan naik motor - Apakah aman untuk ibu hamil mengendarai kendaraan bermotor sendiri? pada dasarnya apabila seorang ibu yg lagi mengandung merasa mampu berkendaraan sendiri, & tidak ada gangguan kehamilan misalnya kontraksi yg timbul dari kegiatan tersebut, artinya kalian cukup aman buat berkendara.

Tapi, ada 3 hal yg wajib bunda perhatikan: kondisi kehamilan, kondisi fisik, & kondisi jalanan.

Kondisi fisik yg dimaksud di sini ialah bunda sedang tidak di dalam keadaan sakit ketika akan berkendara. Dalam arti bunda harus di dalam keadaan sehat ketika berkendara. Tidak lagi pusing, demam, ataupun keluhan sakit lainnya.

Sedangkan untuk kondisi kehamilan, tentu saja harus di dalam keadaan normal. Kalian yg mempunyai riwayat pendarahan ataupun kontraksi ketika masa kehamilan, atau mempunyai gangguan kehamilan seperti riwayat keguguran berulang, plasenta previa, kelainan jantung, hipertensi, riwayat infertilitas (sulit hamil atau hamil dengan usaha yg cukup sulit seperti menggunakan bayi tabung), atau preeklampsia di kehamilan sebelumnya, disarankan agar tidak berkendara sendiri.

Bunda yg cukup aman berkendara sendiri juga lebih baik berhenti berkendara ketika perut sudah mulai menyentuh kemudi mobil, ataupun sudah mengganggu maneuver motor atau sepeda.

Hal yg juga tak kalah penting buat diperhatikan ialah kondisi jalanan yg akan ditempuh. Perhatikan jaraknya, arus kemacetan yg biasanya terjadi pada jalan yg akan dilalui, halus kasarnya aspal ataupun lubang di jalanan, sampai 'keganasan' dari kendaraan lain. Jika kalian memang harus pergi, usahakanlah supaya kalian tidak mengendarai kendaraan sendirian. Apalagi motor yg cenderung jauh lebih rawan mengalami kecelakaan.

Baca juga :
Ciri Wanita Hamil 2 Hari

Resiko kecelakaan mungkin akan selalu ada ketika kalian berkendara di dalam keadaan hamil. Tetapi, kalian mungkin bisa memperhatikan hal-hal yg sudah disebutkan diatas terlebih dahulu untuk memastikan keamanan & kenyamanan ketika mengendarai mobil, motor, ataupun sepeda.


Share this: