Cara Mendidik Anak Usia 2 Tahun Agar Cerdas

Cara Mendidik Anak Usia 2 Tahun Agar Cerdas



Cara Mendidik Anak Usia 2 Tahun Agar Cerdas - sebuah kebanggaan bagi orang tua jika mempunyai anak yg pintar & cerdas. Tapi mungkin para orang tua pernah bingung terhadap anak yg terlalu sering bertanya. Dari artikel ini, mari ketahui cara-cara berfikir anak supaya bisa mendidik anak dengan cara masuk ke dunia mereka.

Ketahui bahwa anak bereksplorasi & mendapatkan pengetahuan dengan bertanya. Keingintahuan yg teramat sangat tinggi membuat mereka jadi berani mencoba ssuatu hal baru. Dengan lagu, mereka belajar berkosa kata. Dengan bentuk, mereka belajar mempelajari sebuah benda & dengan warna mereka belajar menggambar. Sedemikan pintarnya mereka, sampai terkadang orang tua yg tidak mempunyai kesabaran ekstra akan merasa capek sama kelakuan anak mereka.

Tapi tidak perlu kuatir, hal-hal tersebut hanya satu dari beberapa ciri perkembangan otak anak & kalian sebagai orang tua cuma bertugas mendidik anak supaya anak tidak salah informasi.

Cara Mendidik Anak Usia 2 Tahun Agar Cerdas

1. Membacakan Cerita

Menurut seorang ahli pendidikan Dr. Rosmarie Truglio, dengan kalian membacakan anak cerita akan membuat anak menyukai buku bacaan, memberi kosakata baru di setiap cerita & akan diserap oleh otak anak, berperan serta menambah keterampilan berbahasa pada anak. Tak ada alasan terlalu dini, ataupun takut anak tak mengerti. Dengan membacakan cerita setiap malamnya atau bahkan saat anak sudah tertidur akan membuat anak tambah pintar dalam berbahasa & berkosa kata. Terlebih apabila memberikan buku bacaan lengkap bersama gambar lucu & menarik.

2. Ajak Bicara

Sejak masih bayi, atau bahkan dimasa kandungan ajaklah bayi berbicara sesering mungkin. Seorang peneliti berasal dari Sydney University mengatakan bahwa bila ingin mengajak berbicara pada bayi tak harus dengan pujian ataupun guyonan. Walaupun seorang bayi belum bisa berbicara, tapi terkadang mereka bisa merespon perkataan kalian dengan sebuah ekspresi. Bukan cuma itu, otak bayi mengalami penyerapan sedemikan cepat hingga semakin lama banyak kosakata yg dipelajari. Sebagai contoh, bila kalian memanggil nama bayi tersebut tak akan lama bayi akan menoleh jika dipanggil namanya. Hal itu terbukti otak bayi menyerap seluruh perkataan yg didengar.

3. Ikut Bermain

Dengan mengajaknya bermain si buah hati akan menambah kedekatan hubungan antara orang tua & anak. Selain mempercepat proses belajar melalui bermain, anak juga akan mendapatkan hal-hal baru, dengan bertambah kemampuan otaknya, menemui bakatnya, bermain juga bisa menambah kebutuhan emosionalnya. Contoh-contoh permainan yg baik buat perkembangan otak anak, adalah puzzle, menggambar,  teka-teki silang, bermain musik, ketapel, & lain sebagainya. Ada juga permainan online, anggry bird, atau game yg diasah buat mengingat otak si buah hati.

4. Belajar Musik

Memberikan alat musik sejak dari kecil akan berpengaruh besar untuk perkembangan otak kanan anak. Hal tersebut terbukti dengan hasil analisis di Toronto University menyatakan bahwa anak yg belajar musik akan mudah meningkatkan kemampuan otak kanan. Semakin di perdalam hasilnya akan terlihat jelas, dengan sejumlah penelitian lain dengan musik akan mempertingkatkan IQ & prestasi anak. Hal tersebut bisa kalian coba dengan memberikan pembelajaran musik untuk anak selama enam bulan, & bisa dibuktikan sendiri. Musik akan melayangkan gelombang dengan pola tertentu ke dalam otak anak.

5. Dengar Lagu

Mendengar lagu akan membuat anak mempelajari sebuah syair, nada, & bunyi-bunyi alat musik didalam lagu tersebut. Memberikan lagu classic & jazz merupakan suatu cara meningkatkan IQ anak & meningkatkan daya ingat untuk si buah hati. Mengenalkan lagu sejak dari balita atau bahkan dari sejak didalam janin bagus buat perkembangan otak anak. Membuat anak renggang dari cacat berfikir & akan mempercepat penanggapan anak di dalam bidang apapun. Dan juga mendengarkan lagu berpengaruh pada emosional anak, jadi ada baiknya mengenalkan lagu kerohanian, jazz, classic, pop, atau alternative.

6. Pupuk Rasa Ingin Tahu

Anak bagaikan sebutir bibit yg belum diketahui ingin jadi pohon apa. Kalian sebagai orang tua hanya bisa memberikan rasa ingin tau pada anak, dengan menjelaskan berbagai hal yg anak belum ketahui. Hal tersebut bertujuan untuk menemui rasa ketertarikan anak pada bidang apa. Dengan kalian memberikan cara berbagai keterampilan & berbagai didikan, perlahan anak berani bertanya hal-hal yg menurut mereka menarik. & orang tua hanya bertugas agar memberi jawaban supaya tertanam pengetahuan-pengetahuan untuk anak.

7. Bermain Games

Dalam bermain games, tak sembarang memberikan games untuk anak. Hal ini supaya terhindar dari dampak buruk bermain games, beberapa game bisa membuat anak jadi pemalas, & ada juga game yg berdampak membuat anak jadi keras kepala & anarkis. Dalam hal ini kalian sebagai orang tua harus bisa memberikan games yg edukatif supaya berdampak lebih berkonsentrasi & mendapatkan visualisasi kedalam metode belajar anak. Misal game edukatif bisa di search di Internet, bisa non-online atau online. Sebaiknya berikan game satu jam sebelum belajar, hal itu berguna untuk memancing konsentrasi anak.

8. Batasi Menonton TV

Menurut para ahli psikologi anak, memberi waktu 2 jam perhari buat menonton TV sudah cukup bagi anak, itupun dibawah pengawasan orang tua. Jangan sampai salah nonton TV, karena akan berdampak malas untuk anak karena acara di TV dengan mudahnya menyerap pada otak anak & berdampak negatif buat psikologis anak.
    Baca Juga :


Share this: