Cara Mendidik Anak Umur 2 Tahun Yang Aktif

Cara Mendidik Anak Umur 2 Tahun Yang Aktif



Cara Mendidik Anak Umur 2 Tahun Yang Aktif - Mempunyai anak aktif tak perlu membuat para orangtua pusing. Kini kalian akan mengetahui triknya menghadapi anak aktif supaya ia bisa tumbuh jadi anak berkualitas.

Cara Mendidik Anak Umur 2 Tahun Yang Aktif

1. Mintalah dia untuk memimpin sesuatu. Buat kerangka aktivitas dan aturannya sebelum kegiatan dimulai. Dengan begitu, energi yg berlimpah bisa mengalir dengan leluasa tanpa membawanya ke sebuah masalah.

2. Untuk anak aktif, ia sangat perlu merasakan bahwa dirinya dibutuhkan & bisa dipercaya. Maka dari itu, untuk menyalurkan energinya maka orangtua bisa memberikannya suatu tugas misalnya membersihkan tempat tidur ataupun mencuci sepedanya. Katakan padanya bahwa orangtua percaya bahwa dia bisa melakukannya dengan baik. Bila anak berhasil menjalankan pekerjaanya dengan baik, jangan lupa memberi pujian untuk prestasi atau kesuksesannya tersebut.

3. Jika ia berbuat salah, maka maafkanlah. Anak aktif umumnya memiliki kecenderungan lebih banyak melakukan kesalahan & dia belajar mengenai dirinya dari kesalahan.

4. Jangan memberi label anak nakal untuk si kecil yg aktif. Karena akan terdengar sangat negatif & memojokan anak.

Perilaku aktif pada anak-anak usia batita yg tidak mau diam ini, normal. Rentang perhatian anak usia tersebut pendek. Tapi jika dia menjadi terlalu aktif, bisa jadi karena cara asuh orangtua yg berlebihan memberikan perhatian & stimulasi.

Di lain pihak, ibu & ayah jarang membiarkan balita mengerjakan sesuatu & memecahkan masalah sendiri. Orangtua jenis tersebut termasuk tipe overparenting. Apa yg harus orangtua lakukan?

1. Lakukan kegiatan yg seru setiap hari bersamanya & pikirkan kegiatan kreatif. Jangan-jangan balita tak mau diam karena dia bosan dengan kegiatan yg itu-itu saja. Ajak anak untuk berlari di halaman, mengikuti tingkah tokoh yg ada di televisi yg senang melompat-lompat, atau menari.

2. Izinkan balita membantu pekerjaan rumah tangga. Tak apa-apa jika dia merebut sapu untuk menyapu lantai atau sibuk dengan mengelap meja bisa membuatnya tenang.

3. Perhatikan mainan yg bisa membuat anak duduk tenang & fokus. Apakah dia senang memakaikan baju boneka, menyisir rambut boneka & sebagainya.

4. Melihat balita terlihat sangat aktif, kalian bisa mengucapkan, "Sayang, coba diam sebentar Nak."

5. Jika anak memang tidak mau diam, biarkan saja. Yg penting awasi dia supaya tidak menyentuh barang-barang yg berbahaya, misal barang pecah belah, listrik & lain lain.

6. Waktu Main, Waktu Istirahat. Kenalkanlah balita kegiatan menyalurkan energi & waktu untuk beristirahat. Bosan bermain di dalam rumah, lakukan kegiatan di luar rumah: main ayunan, bersepeda, perosotan atau sepak bola. Ketika bermain tetap perhatikan aturan keamanan.

6. Temukan kegiatan yg anak sukai & bisa membuatnya capek. - Balita suka memanjat kursi, biarkan dia naik-turun kursi dengan pengawasan kalian & pastikanlah kursinya kuat dinaiki anak. - Ajak anak berenang, atau ke playground atau main bola ke lapangan sepak bola sekali seminggu.

7. Menyediakan sarana bermain di luar ruangan kotak berisi pasir, seperti kolam renang plastik, mainan yg bisa ditumpuk seperti balok-balok bola & sebagainya.

6. Juga hal lain, misal kolam, parit. Sudah selayaknya kita yg tertib & waspada, kasih pagar untuk kolam, dan lain-lain. Sering juga membaca berita anak kecil masuk ke kolam tidak tertolong jiwanya. Selain kalian yg waspada, anak-anak tetap harus dikasih tahu bahwa itu berbahaya


Share this: